[Kata Dokter] Pengaruh Penggunaan Probiotik pada Hewan

Asam laktat dalam probiotik bersifat antimikroba, sifat yang dibutuhkan hewan untuk menjaga imunitas

Probiotik merupakan bakteri yang dapat dikonsumsi dan memberikan efek menguntungkan bagi tubuh. Tidak hanya manusia, hewan peliharaan pun membutuhkan probiotik ini guna menjaga kesehatan. Probiotik untuk hewan banyak dijumpai dalam produk multivitamin serta olahan makanan hewan. Umumnya ada beberapa bakteri yang digunakan sebagai probiotik. Diantaranya:

  1. Lactobacillus
  2. Bifidobacterium
  3. Actinomycetes
  4. Lactobacillus
  5. Saccharomyces
  6. Pseudomonas
  7. Nitrobacter sp
  8. Nitrosomonas sp

Dalam hidupnya, bakteri dalam probiotik ini akan memproduksi asam laktat serta H2O2. Asam laktat dalam probiotik bersifat antimikroba, sifat yang dibutuhkan hewan untuk menjaga imunitas. Dalam kondisi tertentu, hewan perlu di dukung dengan probiotik untuk menjaga kesehatannya. Misalnya saja pada musim pancaroba, musim dimana bakteri penyakit berkembang subur.

Simak tips menjaga kesehatan hewan saat pancaroba

Antimikroba bekerja dengan cara menghambat perkembangan bakteri patogen yang terdapat dalam usus salah satunya Escherichia coli. Bakteri patogen tersebut sebenarnya merupakan flora normal (bakteri non patogen) yang bersifat opportunistik. Artinya, apabila bakteri yang disebut flora normal tersebut jumlahnya meningkat, akan menjadi bakteri patogen yang dapat menimbulkan infeksi seperti diare. Flora normal dimiliki oleh manusia maupun hewan yang hidup dan berkembang di seluruh bagian tubuh. Namun, apabila jumlahnya meningkat dari normal akan meyebabkan gangguan kesehatan. Faktor predisposisi atau faktor pendukung perkembangan bakteri patogen dalam tubuh yaitu kandang yang terlalu padat, stress, sanitasi dan lingkungan yang buruk, cuaca dan sistem imun yang meurun karena penyakit lain. Bakteri patogen tersebut menyebabkan infeksi dengan cara menempel pada permukaan mukosa epitel usus halus dan menyebabkan erosi sehingga terjadi peradangan. Selain Escherichia coli, enterobakteria lannya yaitu Straphylococcus aureus, dan Salmonella typhimurium. Akibatnya hewan mengalami diare, terganggunya penyerapan nutrisi sehingga menurunkan performa. Pastinya setiap pemilik hewan tidak menginginkan hal tersebut.

Lalu, bagaimana pengaruh pemberian probiotik dalam hewan peliharaan?. Probiotik bersifat antagonis dengan bakteri patogen dalam usus. Maksud dari sifatnya yang antagonis yaitu, bakteri yang ada pada probiotik, akan berkompetensi dengan bakteri patogen di dalam usus untuk mencegah agar patogen tidak mengambil nutrisi yang diperlukan. Hal tersebut dapat meningkatkan flora normal dalam usus sehingga penyerapan nutrisi yang dibutuhkan hewan terserap maksimal. Hal ini dibuktikan pada penelitian sebelumnya mengenai efek probiotik, bahwa pemberian probiotik pada tikus sebagai hewan percobaan yang diinduksi E.coli, dapat memberikan regenerasi sel epitel usus akibat erosi. Selain itu, probiotik akan merangsang produksi mucus (lendir) dari sel goblet dengan cara menghasilkan enzim protease dan amilase sehingga fungsi barrier (keseimbangan) dan penyerapan nutrisi meningkat. Sehingga pemberian probiotik memberi pengaruh meningkatkan performa hewan akibat nutrisi yang terserap secara maksimal.

Ditulis oleh:

Sri Wariska

Fakultas Ketokteran Hewan

Institut Pertanian Bogor

Leave a comment

Your email address will not be published.


*