[Kata Dokter] Virus Mematikan itu Bernama Distemper Kucing

Virus Parvo, penyabab distemper, adalah virus yang berkembang biak saat musim pancaroba

Distemper adalah salah satu penyakit yang mematikan bagi seekor kucing. Penelitian menyatakan ada sekitar 70-90% kematian yang diakibatkan oleh penyakit yang diakibatkan oleh virus dalam family Parvoviridae ini. Lalu sebenarnya apa sih distemper ini? Distemper adalah peradangan usus yang sangat parah. Virus distemper akan menyerang usus kucing sampai rusak. Tanda umum yang bisa kita amati adalah gejala gejala umum seperti

  1. muntah
  2. diare
  3. anoreksi
  4. demam tinggi
  5. terjadinya leukopenia atau penurunan jumlah leukosit dalam tubuh

Yang paling parah adalah ketika virus ini sudah sampai pada sistem saraf pusat seperti otak. Kucing kita bisa mengalami kejang kejang bila demikian. Kasus khusus pada kucing yang sedang bunting, dia akan mengalami abortus atau keguguran.

Lalu apa penyebab penyakit distemper pada kucing? Bagaimana cara mencegahnya?

Distemper kucing termasuk dalam golongan penyakit viral yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini bisa masuk ke tubuh kucing dan menyerang jaringan pembentuk darah dan limfe, dan juga mukosa organ gastro intestinal sehingga menyebabkan penurunan jumlah leukosit dan enteritis dalam tubuh kucing. Virus parvo ini banyak berkembang saat peralihan musim atau pancaroba.

Penting! Cara melindungi kucing saat pancaroba

Distemper kucing memiliki beberapa nama lain

  • Feline Pankleukopenia
  • Feline Infectious Enteritis
  • Feline Agranulocytosis
  • Feline Distemper
  • Enteritis Pseudomembranosa
  • Mink Enteritis

Penyakit distemper termasuk dalam golongan penyakit infeksius, namun tidak menular ke manusia. Akan tetapi, penyakit ini patut diwaspadai karena penyakit ini menyerang segala umur kucing terutama kucing muda. Kucing muda sangat peka terhadap virus distemper daripada kucing tua, dikarenakan kucing muda masih memiliki sistem imun yang kurang dibandingkan yang dewasa, sehingga ketika kolostrum yang merupakan antibodi maternal (yang sangat berperan penting untuk sistem imun kucing muda) dari susu induknya habis. Maka virus ini akan aktif dan menyerang sistem imun tubuh kucing tersebut. Virus distemper bereplikasi dalam tubuh penderita sangat cepat sehingga dapat menyebabkan kematian hanya dalam beberapa hari setelah infeksi. Menurut beberapa sumber bahwa masa inkubasi dari virus ini 4-10 hari.

Dikatakan bahwa morbiditas dari virus distemper ini cukup tinggi karena virus distemper bisa menular secara aerosol yaitu dibawa oleh angin, atau melalui perantara mamalia lain yang telah melakukan kontak langsung dengan virus ini. Virus distemper ini ditularkan melalui semua cairan tubuh yang ada pada si penderita seperti tinja, muntahan, urin, sekresi air liur dan sekresi lendir. Selain melalui aerosol dan kontak langsung, virus ini bisa ditularkan melalui vektor insekta penghisap darah seperti kutu, nyamuk atau lalat. Dan perlu diketahui bahwa kucing yang bunting akan meyebarkan virus ini ke anak yang dilahirkannya.

Mencegah Kucing Terserang Distemper

Untuk pencegahan penyakit distemper kucing yaitu dengan melakukan vaksinasi aktif pada anak kucing usia 8-12 minggu untuk merangsang respon imun terhadapat virus distemper kucing di rumah sakit hewan atau klinik hewan terdekat. Namun jika kucing sudah terlanjur terinfeksi virus ini sebaiknya untuk tindakan awal yaitu memberi minum atau makan sedikit sedikit namun sering, agar penderita tidak mengalami kekurang cairan yang berlebih yang dapat mengakibatkan dehidrasi yang dapat memperparah kondisi tubuh penderita. Selanjutnya kucing penderita dibawa ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan serta pengobatan lebih lanjut sebelum terlambat.

Ditulis Oleh:

Sri Wariska

Fakultas Kedokteran Hewan

Institut Pertanian Bogor

Leave a comment

Your email address will not be published.


*